KESEMPURNAAN MENGHARUNGI HIDUP DUNIA DAN AKHIRAT DALAM ILUSTRASI SENI DAN IMAJINASI

Archive for September, 2011

Luka Memar Korban Perkosaan di Angkot Masih Membiru

Kamis, 15 September 2011 21:29

JAKARTA – Meskipun sudah dua minggu berlalu tetapi luka memar bekas penganiayaan dan pemerkosaan yang dialami RSR (27) di angkot pada 1 September 2011, masih belum hilang.

Luka itu pula yang menguatkan polisi bahwa telah terjadi kekerasan terhadap korban yang dilakukan Yogi Cs.

“Luka memar masih terlihat di tangan kirinya meskipun sudah mulai pudar birunya. Selain itu, memar di punggungnya pun masih ada,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Aswin, Kamis (15/9/2011).

Aswin pun membantah bila korban saat disekap diikat dengan tali, tetapi ia meluruskan kalau korban hanya dipegang tangan dan kakinya oleh para pelaku. …baca selengkapnya

Advertisements

Pelecehan Selalu di Ruang Kedap Suara Pejabat BPN

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku pelecehan seksual di Badan Pertanahan Nasional (BPN) selalu melancarkan aksi cabulnya di dalam ruang kerjanya di Direktorat Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah BPN. Ruang pelaku juga dibuat kedap suara sehingga aktivitas di dalam ruangan sulit diketahui.

Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Ahmad Jazuli, Rabu (14/9/2011), saat dihubungi wartawan. “Kejadian selalu di ruangannya yang kedap suara,” ujar Jazuli.

Dia mengatakan, ruangan G (44) yang berposisi sebagai direktur di direktorat itu juga terbilang sepi. Di luar ruangan G hanya terdapat seorang sekretaris, yaitu AIF (22), yang juga menjadi korban pelecehan G dan seorang asistennya.

“Kalau korban menjerit pun tidak akan ada yang tahu,” kata Jazuli.

Salah seorang korban lain, yaitu NPS, pernah berteriak saat bibir dan dadanya diraba pelaku. “Tapi tidak ada yang bergerak, karena dari luar tidak terdengar,” ungkapnya.

Pelaku biasa melancarkan aksinya di sela-sela waktu kerja. Dia mencari-cari alasan agar bisa menyuruh ketiga korban, yakni NPS, AN, dan AIF, mendatangi ruangannya.

Seperti diberitakan, pejabat BPN berinisial G (44) dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap tiga orang perempuan yang menjadi stafnya. Ketiga orang itu yakni AN (25), NPS (29), dan AIF (22). G dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Selasa (12/9/2011) siang.

Pelaporan terhadap G berawal dari NPS yang sudah tidak betah selalu menjadi korban pelecehan seksual dari G. Sementara dua korban lainnya sempat bungkam karena ditekan oleh G.

Namun, setelah NPS mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan dari atasannya, dua korban lain pun akhirnya bersuara. Pelaku pun dilaporkan dengan Pasal 294 Ayat 2 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Selain membuat laporan, korban juga menyertakan bukti rekaman berisi pengakuan pelaku melakukan pelecehan seksual di hadapan beberapa orang, termasuk suami korban.

Miss Universe, Lebih dari Sekadar Cantik

Selasa, 13 September 2011 | 22:09

Kecantikan fisik dan kepribadian Miss Universe 2011, Leila Lopes (25) membuktikan ajang pemilihan ini bukan sekadar memilih perempuan cantik dari luar. Miss Universe harus mampu menginspirasi perempuan muda, menjadi sosok yang layak dibanggakan. Bukan hanya dibanggakan negara asalnya, namun juga menjadi panutan dunia.

Miss Universe 2011 asal Angola, Leila Lopes, menunjukkan kharismanya. Dalam sesi wawancara di babak lima besar, Lopes mengutarakan pendapatnya, sekaligus kebanggaan menjadi dirinya sendiri.

Cantik alami Lahir dengan nama lengkap Leila Luliana da Costa Vieira Lopes, perempuan yang lahir di Benguela, Angola, 26 Februari 1986 ini mensyukuri kecantikan … baca selengkapnya