KESEMPURNAAN MENGHARUNGI HIDUP DUNIA DAN AKHIRAT DALAM ILUSTRASI SENI DAN IMAJINASI

Posts tagged ‘Mercon’

Puluhan Miliar Rupiah Dibakar 13 Korban Mercon Masuk RS

Puluhan miliar rupiah dibakar. Itulah kesan yang dilontarkan warga Denpasar setelah menyaksikan pesta kembang api menjelang detik-detik pergantian tahun 2010 menuju 2011, Sabtu dini hari (1/1).

Yang berbeda dari tahun lalu, pusat keramaian dan pesta kembang api tak hanya di Lapangan Renon dan Puputan Badung, nyaris di semua banjar dan dusun terlihat pesta kembang api.

Namun gegap gempita menyambut Tahun Baru 2011 pada Jumat (31/12) lalu tidak hanya menyisakan kegembiraan tetapi juga malapetaka bagi sebagian orang. Di tengah ingar-bingar dentuman mercon, petasan dan kembang api menyambut tahun baru puluhan orang terkena imbasnya. Berdasarkan data di rumah sakit sekitar 13 orang datang ke RS Sanglah karena menderita luka-luka akibat kena serpihan mercon, kembang api, dan petasan.

Para korban tersebar di berbagai daerah di Bali yaitu Denpasar, Jimbaran, Klungkung, Kuta, Gianyar, sampai Tabanan. Kebanyakan korban mengalami luka di tangan, mata dan bibir. Paling parah ada korban yang tangannya nyaris putus akibat ledakan mercon. Korban tersebut adalah Totok Sriwahyudi (34) warga Jalan Hayam Wuruk. Tangan kanannya cedera karena mercon dengan ukuran cukup besar justru meledak saat masih dipegang. Ia dilarikan ke RS Sanglah Jumat (31/1) malam dan sempat dirawat semalam sebelum akhirnya diperbolehkan pulang Sabtu (1/1) pagi kemarin.

Hal yang sama dialami keluarga Kusuma Wardana di Puri Kesiman. Tangannya terkelupas akibat terkena percikan mercon berukuran besar. Sementara dapur Gunawan di Banjar Pabean terbakar diduga kuat kena percikan mercon. Mercon juga tidak hanya mencederai orang dewasa. Balita pun ikut terkena imbasnya. Seperti yang dialami Putri Apriyanti (2) dari Uluwatu yang bibirnya terluka karena terkena serpihan mercon. Ada juga Andi (8) asal Blahkiuh yang matanya terkena serpihan mercon. Korban mercon, petasan, dan kembang api lainnya yang masuk RS Sanglah adalah Eka Adnyana (21) dari Tabanan, Kadek Agus Darmawan (30) warga Jalan Kebo Iwa, I Gusti Ngurah Sumardika (27) dari Gianyar, Arif Yulianto (25) dari Tibubeneng, Kadek Permadi (27) dari Klungkung, Made Arta (25) dari Tabanan, Jeni Setiawan (23) dari Kesiman, Made Jopana (20) dari Gianyar, Komang Prionata Wibawa (18) dari Kediri Tabanan, dan Rahmat (20) warga Jalan By-pass Ngurah Rai. Semua korban setelah dirawat lukanya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Koordinator BSB RS Sanglah, dr. Kuning Atdmadjaya, Sp.B., saat dihubungi Sabtu kemarin, mengatakan kebanyakan korban mengalami luka baik di tangan maupun mata. Jika dibandingkan dengan angka kejadian menyambut tahun 2010, korban mercon kali ini meningkat cukup tajam. “Jika tahun lalu tercatat lima orang yang terluka akibat mercon dibawa ke RS Sanglah, maka tahun ini jumlahnya mencapai 13 orang,” ujar Kuning.

Diguyur Hujan

Kekhawatiran sejumlah warga Kota Denpasar akan tidak bersahabatnya cuaca di malam pergantian tahun, Jumat (31/12) lalu, akhirnya menjadi kenyataan. Betapa tidak, di tengah semaraknya perayaan malam pergantian tahun, tiba-tiba hujan lebat mengguyur Kota Denpasar dan sekitarnya. Bukan saja hujan yang cukup deras, namun petir yang sambung-menyambung membuat perayaan malam tahun baru di seputaran Denpasar sedikit terganggu. Bahkan, tidak sedikit sejumlah kegiatan harus ditiadakan, karena diguyur hujan lebat.

Pantauan di sejumlah titik konsentrasi warga Denpasar yang ingin merayakan tahun baru, sejatinya cukup ramai. Seperti yang terlihat di pusat Kota Denpasar, Lapangan Puputan Badung, warga sudah mulai memadatai lokasi ini sejak pukul 16.00 wita. Terlebih di kawasan ini Pemkot Denpasar menggelar kegiatan khusus yakni melepas matahari 2010 dengan aneka atraksi seni tradisional dan kolaborasi.

Beruntungnya, kegiatan melepas matahari 2010 yang dikomandoi Dinas Kebudayaan Denpasar tersebut dapat berjalan tanpa diganggu hujan. Setelah acara tersebut, kumpulan warga yang ingin merayakan pergantian tahun masih tetap tinggal di kawasan nol kilometer Kota Denpasar tersebut. Namum, setelah memasuki pukul 20.00 wita, gerimis mulai turun di kawasan itu. Bahkan, semakin lama, hujan semakin lebat, sehingga sebagian warga harus meninggalkan lokasi tersebut.

Bukan saja di Lapangan Puputan yang ramai, di kawasan Pantai Sanur juga tidak kalah ramai. Warga yang sudah melengkapi diri dengan aneka macam terompet juga terlihat berkumpul membuat kelompok-kelompok kecil ingin menikmati pergantian tahun di pantai. Namun, mereka juga terlihat membatalkan niatnya tersebut karena hujan cukup lebat turun di kawasan wisata tertua di Bali itu. ”Karena turun hujan, kami lebih baik memilih pulang,” ujar Putu Asa, warga Kesiman yang ingin merayakan pergantian tahun di pantai. Beruntungnya, warga yang ingin bermain kembang api saat pergantian tahun sedikit terobati. Pasalnya, ketika menjelang detik-detik pergantian tahun, hujan sedikit reda. Akibatnya, langit di atas Kota Denpasar yang masih bergelayut mendung disemarakkan dengan bias sinar kembang api aneka warna. Ditambah lagi dengan suara letusan yang cukup keras dari kembang api yang meluncur, menambah semaraknya pergantian tahun 2010 ke 2011 ini. (kmb24/kmb12)

sumber: Bali Post

Advertisements